Proses Cetak Undangan
Terlepas dari desain model undangan pernikahan, ternyata proses cetak undangan pernikahan termasuk mudah bagi pasangan yang ingin menghemat biaya. Menggunakan jasa vendor wedding yang menyediakan undangan dan suvernir memang bisa sangat mempermudah, tapi akan memakan biaya tambahan yang sedianya bisa dialokasikan untuk pos-pos penting lainnya.

Proses Cetak Undangan
Model dan desain memang selalu menjadi hal yang ekslusif, terpapar cita-cita tentang wah-nya, ekslusif-nya dan mentereng-nya sebuah acara pernikahan selalu menjadi mimpi tiap pasangan, tapi ingatlah bahwa acara pernikahan tesebut hanya sebuah prosesi dari proses, yang sangat penting adalah saat-saat setelah pernikahan, mempertahankan keutuhan dan keberadaannya. Jadi bagi anda yang memang mempunyai dana lebih bisa mengalokasikan dengan bebas seberapa besar biaya peruntukan untuk undangan pernikahan, tapi bagi anda yang berpikir kedepan, dimana penghematan-penghematan yang bisa dilakukan bisa dialokasikan untuk hal-hal yang lebih berguna seperti rumah dan isinya bisa mencoba mencari model dan desain undangan sendiri.
Hal ini tidak sulit sama sekali, banyaknya undangan pernikahan yang anda terima dan tersedianya banyak model di media informasi dapat menjadi panduan. Kekreatifan anda dan kejeniusan anda dalam memilih adalah kunci untuk mendapatkan model dan desain undangan pernikahan yang orisinil dan mencerminkan pribadi pasangan yang sedang melangsungkan pernikahan.
Kalau anda bisa mendesain/sudah punya desain sendiri, anda tinggal memilih percetakan yang cukup bonafit yang lokasinya dekat dengan kediaman atau tempat kerja anda. Memiliki desain sendiri, artinya anda tidak perlu lagi pergi ke vendor yang ngetop (nggak perlu lagi jasa mereka untuk desain undangan). Vendor yang menengah pun sudah memadai. Kalau dari segi teknik cetak dan kualitas cetak, pengalaman kita sih, teknik vendor yang ngetop dan vendor yang menengah rasanya nggak jauh beda.
Proses cetak undangan :
- Klien memberikan spesifikasi undangan yang diminta meliputi : jenis kertas, warna, jumlah pesanan dll.
- Percetakan memberikan detil sesuai permintaan klien berikut harga, jangka waktu pengerjaan.
- Klien menawar sesuai dengan kemampuan dan kebutuhannya. Setelah deal, maka masuk pada tahap persetujuan dan kontrak.
- Divisi Desain/Setting menyiapkan layout, menginput data (foto, illustrasi, logo) yang diperlukan kemudian didesain sesuai permintaan klien atau klien mendesain sendiri.
- Hasil proofing (cetakan sementara) sebagai patokan hasil yang akan dicetak dberikan kepada klien untuk direvisi. Biasanya klien melakukan beberapa pengecekan, baik dari segi desain maupun isi (misalnya ada yang salah ketik atau salah letak).
- Klien memberikan koreksi seperlunya. Setelah selesai disetujui oleh klien, percetakan melanjutkan tahap finishing desain (Final Art).
- Hasil desain (FA) dibuat plat 4 warna (Cyan, Magenta, Yellow, Black) untuk dijadikan master film untuk pencetakan.
- Tahap pencentakan dimulai dengan mesin cetak 4 warna (Cyan, Magenta, Yellow, Black). Beberapa percetakan juga menyediakan pencetakan lebih dari 4 warna, misalnya dengan tambahan warna khusus (Spot Color) untuk pencetakan logo yang akurat atau tinta tambahan seperti tinta emas dan lainnya.
- Tahap finishing meliputi : pemotongan, rell ( membuat garis untuk lipatan ), penambahan accecories sesuai permintaan klien seperti penambahan warna emas, doff dll.
- Tahap pengiriman hasil cetakan ke klien.
Apalagi anda bisa menemukan percetakan yang biasa mencetak undangan pernikahan, biasanya percetakan seperti ini juga menyediakan jasa finishing undanganan, dimana undangan pernikahan anda akan langsung dilipat dan diselesaikan langsung sesuai model yang ada bawa. Bayangkan berapa banyak dana yang bisa anda hemat. Proses Cetak Undangan
Filed under: Tips Pernikahan, Undangan dan Tamu Pernikahan | Closed
Tags: invitation, pernikahan, undangan, wedding
Putih sering dianggap sebagai warna pelambang kesucian. Tak heran jika begitu banyak pengantin yang memilih busana pengantin berwarna putih. Sebagai pilihan busana untuk mengucapkan akad nikah, warna putih tentu dapat mewakili kesucian niat sang pengantin dan kesakralan janji yang akan diucapkan.
Perkawinan adalah salah satu peristiwa yang sangat sakral dalam kehidupan manusia, selain peristiwa kelahiran dan kematian. Dalam setiap kebudayaan, pernikahan selalu dilangsungkan dengan “festive” dan perayaannya penuh oleh hal-hal simbolik. Simbol budaya dan adat tersebut kemudian memberi variasi pada busana dan perhiasan pengantin. Warna dan bentuk motif, adalah salah satu dari sekian banyak hal yang sering digunakan sebagai simbol, yang ditempeli berbagai macam makna. Misalnya, pengantin cina yang menggunakan baju adat warna merah, karena merah adalah simbol keberuntungan; atau pengantin wanita medieval yang menggunakan gaun pengantin warna biru sebagai perlambang kesucian.

Nuansa Putih dalam Siluet Kebaya dan Gaun Pengantin
Tradisi mengenakan gaun pengantin warna putih ditiru para wanita dan terus dilestarikan. Kemudian tidak hanya warna putih plain saja yang dipilih untuk warna gaun pengantin, tetapi juga nuansa gradasi putih seperti creme, champagne, broken-white, off white dan ivory.
Tapi jangan sampai keliru, warna putih juga diasosiasikan sebagai warna masa berkabung. warna putih dikenakan saat berkabung melambangkan “menahan diri untuk tidak menikmati hal-hal duniawi” selama masa berkabung, sebagai penghargaan bagi mereka yang meninggal dunia. Memang, di satu sisi, warna putih juga diasosiasikan sebagai simbol kesucian dan virginitas.
Sampai sekarang, putih tetap lestari di kalangan para wanita sebagai pilihan warna baju pengantin. Putih menjadi warna privilege para pengantin wanita untuk tampil-beda dan anggun di hari pernikahannya. Seolah-olah ada cap “FOR BRIDE-ONLY” yang menyertai pemilihan warna putih untuk baju pengantin. Ini bukan aturan resmi, karena sekarang banyak juga pengantin yang memilih warna selain putih untuk baju pengantinnya, hanya saja warna putih lebih terasa “sangat-pengantin”, yang menandakan pemakainya sebagai “ini-lho-pengantinnya” di hari yang spesial itu, bukan hanya gaun pengantin modern ala barat saja yang memakai Putih sebagai “warna resmi”; di beberapa negara, baju pernikahan bernuansa adat seperti kebaya, baju kurung, kimono dan cheongsam turut mengadopsi warna putih, oleh karena makna kesucian yang dibawanya. Nuansa Putih dalam Siluet Kebaya dan Gaun Pengantin
Filed under: Baju dan Gaun Pernikahan | Closed
Tags: Gaun, Kebaya, pengantin, Putih
Trend Gaun Pengantin Modern
Trend modern gaun pengantin saat ini banyak menampilkan romantisme negeri dongeng yang kaya akan detail. Desain yang ringan melayang serta sentuhan kain yang transparan melengkapi koleksi desain yang kini banyak dikeluarkan para desainer. Warna-warna klasik seperti ivory dan champagne masih menjadi favorit, seangkan siluet gaun mengarah kepada cutting yang lebih berani. Meskipun demikian mereka yang kurang berani memakai baju terbuka tidak perlu khawatir karena kesan seksi pun dapat tetap tampil dalam siluet tertutup yang jauh dari kesan mengumbar. Meski tema seksi kerap muncul dalam beberapa desain yang ditampilkan tidaklah vulgar. Kesan classy masih tetap melekat pada setiap desainnya.

Trend Gaun Pengantin Modern
Bagi kebanyakan wanita, gaun pengantin merupakan gaun yang sangat istimewa dalam hidupnya, dan bukan tidak mungkin menjadi gaun termahal yang pernah dibeli dalam seumur hidupnya. Mengingat harganya yang spesial, berbicara tentang gaun pengantin tentulah berbicara mengenai kualitas. Maka ketika menentukan harga gaun yang akan dipilih, sebaiknya desain menjadi salah satu faktor penentu utama. Berikut ini merupakan cara sederhana untuk membantu anda memperkirakan kualitas dan harga dari gaun yang anda pilih :
- Banyaknya jumlah kain yang dibutuhkan
Semakin banyak jumlah kain yang dibutuhkan tentulah harga gaun akan semakin mahal. Jumlah kain yang digunakan untuk gaun pengantin agak sulit untuk diprediksikan, karena gaun pengantin biasanya memiliki ekor gaun yang cukup panjang serta detail yang membutuhkan bermeter-meter bahan. Maka perkiraan yang tepat harus diperhitungkan per desain. Sebagai patokan, untuk membuat gaun klok setengah lingkaran dengan ekor sepanjang 0.5 meter dibutuhkan kain kira-kira sepanjang 4 meter dengan catatan kain tersebut memiliki lebar setidaknya 1.5 meter. Lebar kain bermacam-macam, umumnya berkisar dari 90 cm, 115 cm, 135 cm dan 150 cm. Sedangkan untuk jenis tulle biasanya kita dapat menemukan yang lebarnya mencapai 300 cm. Namun yang paling umum kita jumpai di pasaran adalah kain dengan lebar 115 cm dan 150 cm. - Jenis kain yang dipilih
Jenis kain harus disesuaikan dengan kebutuhan desain, misal desainnya membutuhkan kain jenis duchess, chiffon, organza, lace, silk atau brokat. Tidak selamanya kain yang paling mahal pasti cocok. Bahan terbaik untuk membuat gaun pengantin adalah kain yang terbuat dari serat sutera, yang dikenal dengan nama silk. Kain jenis ini sangat lembut dan memiliki efek yang smooth sehingga jatuhnya gaun tidak kaku. Selain lembut di kulit, serat yang terbuat dari cocoon atau kepompong ulat sutera ini sangat nyaman dipakai. Sifatnya menyerap keringat dan sejuk untuk dipakai di udara yang panas. Namun sebaliknya, di udara dingin terasa agak hangat. Namun karena harganya mahal, anda dapat menggantinya dengan bahan lain yang memiliki efek yang mirip dengan kain yang anda butuhkan. Selain silk, pilihan bahan untuk gaun pengantin sangat beragam sesuai dengan yang kita inginkan, misalnya duchesse, sifon, organdi, satin, lace atau tule. - Jumlah jam kerja yang dibutuhkan
Sulitnya pembuatan pola, banyaknya cutting dan rumitnya detail akan menambah jam kerja yang dibutuhkan untuk membuat gaun. - Detail gaun
Payet, aplikasi, bordir, korsase dan lain-lain termasuk dalam detail sebuah gaun. Semakin halus detail biasanya semakin tinggi ongkos produksinya.
Filed under: Baju dan Gaun Pernikahan, Tips Pernikahan | Closed
Tags: Baju dan Gaun Pernikahan, Gaun, Modern, pengantin, Tips Pernikahan, Trend
Ketika keanggunan menjadi segalanya dalam sebuah pesta pernikahan, tentulah anda ingin memilih gaun yang tepat atau yang dapat menonjolkan kelebihan bentuk tubuh dan sebaliknya dapat menyamarkan kekurangannya.

Siluet Gaun Pengantin Sesuai Bentuk Tubuh
Maka, ukuran dan bentuk tubuh sebaiknya menjadi pertimbangan anda untuk memilih siluet gaun apa yang akan anda pilih. Berikut empat macam siluet yang umumnya dipilih para pengantin wanita :
- Ballgown
Gaun jenis ini memiliki bagian rok yang bervolume penuh, sehingga menciptakan siluet mewah. Dengan desain dan detail yang sederhanapun, gaun ini akan tetap terlihat mewah. Gaun ini cocok bila anda memiliki pinggang ramping, rok yang bervolume di bagian bawah akan menegaskan bentuk ramping pinggang anda. Dan jika anda memiliki tubuh yang besar dengan kaki yang terlihat pendek sebaiknya hindari siluet ini karena volume rok yang ekstra lebar akan memberi kesan tubuh anda semakin penuh, serta kelihatan semakin pendek. - Empire
Gaun dengan siluet ini mirip dengan gaun dewi-dewi pada periode klasik. Siluet ini memiliki garis pinggang tepat di bawah payudara, sehingga menegaskan bagian lekuk payudara dan bahu. Siluet ini sangat cocok bagi anda yang memiliki perut besar dan berpinggang penuh. Bila tinggi garis pinggang anda kurang proporsional, misalnya tubuh panjang dan kaki terkean pendek atau sebaliknya, siluet ini juga sangat tepat untuk digunakan. Siluet ini juga sangat tepat bila anda ingin mengeaskan bentuk payudara anda, garis pinggang yang berada tepat di bawah payudara akan memberi fokus pada lekuk tubuh bagian atas, dan bila anda memiliki payudara dengan ukuran ekstra sebaiknya hindari menggunakan siluet ini. - Sheath
Sheath atau siluet ramping biasanya digemari oleh pengantin wanita yang ingin penampilannya berkesan modern. Dengan tubuh langsing, berlekuk indah seperti hour-glass body, siluet ini akan semakin menegaskan lekuk tubuh anda. Dan bagi pemilik tubuh boyish yang kurang berlekuk di bagian pinggang dengan lipatan lemak yang mungkin ada di lekuk tubuh anda sebaiknnya menghindari siluet ini. - Mermaid
Mermaid atau siluet duyung merupakan pengembangan desain dari siluet sheath/ramping. Gaun ini ramping pada bagian perut dan pinggul lalu melebar mulai dari lutut hingga ke bawah. Bagi mereka yang memiliki perut dan pinggul langsing, kaki yang jenjang dan tubuh yang terkesan mungil sangat cocok menggunakan siluet ini. Dan sebaliknya bagi pemilik tubuh besar di bagian perut ke bawah -pear shape body- sangat tidak dianjurkan menggunakan siluet ini.

Siluet Gaun Pengantin Sesuai Bentuk Tubuh
Selain beberapa siluet yang telah disebutkan diatas, ada beberapa pertimbangan pengembangan desain lainnya untuk mencapai penampilan maksimal nan sempurna. Desain yang baik adalah desain yang dapat menyamarkan kekurangan serta menegaskan kelebihan bentuk tubuh di pemakainya.
Untuk mendapatkan desain yang baik, anda dapat berkonsultasi dengan seorang fashion consultant khusus gaun pengantin yang banyak terdapat di banyak bridal house. Dengan bantuannya, anda bisa menyampaikan apa yang anda inginkan sesuai dengan bentuk tubuh anda. Karena sebagai ahli fashion consultant akan tahu apa yang cocok untuk anda kenakan dan sebaliknya.
Filed under: Baju dan Gaun Pernikahan, Tips Pernikahan | Closed
Tags: Baju dan Gaun Pernikahan, Bentuk, Gaun, pengantin, Siluet, Tips Pernikahan, Tubuh
Model Gaun Pengantin
Setelah penentuan tanggal dan hari pernikahan, semua perhatian secara alami tertuju pada hari pernikahan dan tentu saja gaun pengantinnya. Baik calon pengantin perempuan maupun laki-laki serta seluruh anggota keluarga sudah seharusnya membicarakan bentuk pernikahan yang akan dipilih; formal, semiformal atau santai (casual); waktu pelaksanaan pagi atau malam hari, jumlah para pengiring serta tamu-tamu yang akan diundang. Model gaun yang dipilih harus berhubungan dengan seberapa resmi pernikahan itu nantinya. Sebagai contoh, sebuah gaun tanpat seret/ekor (trains) dengan gaya pesta kebun/taman bila dipakai tanpa hiasan kepala tidak akan sesuai untuk suatu pesta pernikahan formal di malam hari. Meskipun demikian, kebanyakan tipe gaun dapat dibuat lebih atau kurang formal, tergantung pada pilihan bahan, hiasan penyelesaian dan aksesorinya.

Model Gaun Pengantin
Ketika mulai merancang sebuah gaun pengantin, hasil akhir mungkin sudah dapat diprediksi. Sebelum membeli bahan, renda dan hiasan penyelesaiannya, sangatlah penting untuk melakukan langkah-langkah berikut:
- Melihat majalah busana pengantin. Biarkan imajinasi berkembang sampai anda menemukan padu padan yang istimewa. Mungkin anda lebih menyukai bentuk lengan daru salah satu gaun, badannya dari model gaun yang lain, garis leher dari gaun yang lainnya lagi dan setersunya.
- Kunjungilah toko-toko busana pengantin bersama teman atau anggota keluarga yang benar-benar mengerti fashion. Carilah model yang bisa mengelabui tipe badan dan pas dengan keinginan anda. Buat catatan model-model serta detail-detail yang paling mengelabui. Jangan merasa bersalah untuk mengerjakan ini, mungkin sesungguhnya calon pengantin bisa menemukan gaun yang sempurna dan sesuai selera, tetapi kemudian memutuskan membeli demi kepraktisan baik dari segi waktu maupun tenaga.
- Jika bukan pernikahan tradisional, carilah ide rancangan di mana saja. Mungkin anda akan menemukan model yang benar-benar disenangi pada sebuah gaun malam. Tak ada salahnya untuk dicoba.

Model Gaun Pengantin
Tidak ada aturan/norma yang ketat bagi seorang pengantin. Seiring perkembangan zaman, pengantin tidak lagi memakai gaun formal berwarna putih dengan cadar, mengundang ratusan tamu atau melemparkan buket bunga. Tata cara upacara pernikahan telah mengalami beberapa perubahan. Pilihan terhadap sebuah gaun pengantin pun disesuaikan selera para calon pengantin dan mungkin keluarganya. Ada pasangan pengantin yang lebih menyukai upacara sederhana dan memakai gaun kontemporer yang berwarna-warni. Hiasan kepala pun sederhana atau tidak memakai. Mereka acap kali hanya menyertakan seorang pengiring dengan beberapa orang tamu saja. Sebaliknya, pasangan pengantin lainnya memanfaatkan momen istimewa ini untuk mengadakan upacara dan pesta pernikahan yang penuh khidmat dah formal.

Model Gaun Pengantin
Tipe Gaun Pengantin
Gaun pengantin dapat dikategorikan: klasik/tradisional, romantik, victorian, taman/alam terbuka dan kontemporer. Besar kecilnya pesta pernikahan (jumlah tamu yang hadir), lokasi (atau di gedung pertemuan), dan waktu upacara adalah faktor yang menentukan tipe gaun terbaik untuk suatu pernikahan nantinya. Didukung dengan pemilihan bahan yang tepat membuat gaun pengantin tampak berbeda satu dengan yang lainnya.

Model Gaun Pengantin
Memilih model gaun yang bisa mengelabui (flattering) adalah salah satu keputusan paling penting dalam merencanakan gaun pengantin. Hal ini merupakan faktor yang sangat mempengaruhi pengambilan foto/video dokumentasi yang akan menjadi memori nyata hari pernikahan. Jadi, sudah bukan saatnya memilih dan mencoba sesuatu yang sama sekali berbeda atau di luar karakter seseorang. Jalan terbaik dah termudah adlah memilih garis model yang akan bisa meyempurnakan bentuk tubuh nantinya. Menentukan model busana yang sesuai untuk bentuk proporsi dan tinggi tubuh seseorang, serta garis-garis rancangan dan pilihan bahan yang sesuai untuk menambah penampilan dari setiap tipe bentuk badan yang berbeda.
Filed under: Baju dan Gaun Pernikahan, Tips Pernikahan | Closed
Tags: Baju dan Gaun Pernikahan, Gaun, model, pengantin, Tips Pernikahan





















