Baju Pengantin dan Pemanasan Global

11Jun09

Baju Pengantin dan Pemanasan Global

Baju Pengantin dan Pemanasan Global

Ternyata baju pengantin ikut terpengaruh akibat pemanasan global atau global warming. Terutama di negara yang memiliki empat musim dimana gaun pengantin menjadi perhatian bagi calon pengantin.

Salah satu yang terpengaruh oleh pemasan global adalah baju pengantin. Ternyata di beberapa kegiatan perayaan pernikahan di beberapa negara telah memikirkan bagaimana memilih gaun pengantin yang sesuai dengan panas dan kelembaban yang semakin meningkat dan cuaca yang semakin sulit untuk diprediksi. Bahkan trend sudah tidak menjadi pertimbangan utama.

Seorang desainer baju pengantin, Nina Duong, mengatakan bahwa para pelanggannya seringkali mempertimbangkan faktor panas dan kelembaban pada saat memilih gaun pengantin untuk hari spesial mereka.

Selain itu, seringkali calon pengantin membeli dua baju pengantin untuk pernikahan mereka. Gaun pengantin  pertama digunakan pada saat upacara pernikahan dan pada saat sesi pemotretan. Sedangkan gaun nikah yang kedua digunakan pada saat resepsi. Pakaian yang kedua biasanya tidak terlalu mewah tapi tetap menajga keindahan dalam pernikahan namun faktor kenyamanan saat dikenakan menjadi faktor yang utama.

Sehubungan dengan faktor pemanasan dan kelembaban yang tinggi, Nina Duong menyarankan memilih baju pengantin dengan bahan yang mampu menghindari keluarnya keringat.Bahan yang sesuai dengan gaun pengantin tersebut adalah sutra atau satin.

Bagaimana dengan di Indonesia dengan cuaca yang relatif panas secara keseluruhan, mungkin baju pengantin dengan bahan tersebut layak dicoba. Atau mungkin menciptakan gaun pengantin yang lebih menonjolkan buatan dalam negeri yang sangat nyaman digunakan pada segala cuaca.

Sumber : serbaserbi.blogsome.com



%d bloggers like this: