Meringkas Jumlah Undangan Pernikahan

14Jun09
Meringkas Jumlah Undangan Pernikahan

Meringkas Jumlah Undangan Pernikahan

Orangtua Anda mungkin memiliki banyak klien, kolega, atau kerabat, sedangkan Anda pun termasuk orang yang aktif sehingga memiliki teman-teman di mana-mana. Hal ini ternyata menjadi merepotkan saat tiga waktunya Anda menyeleksi daftar tamu yang harus diundang pada pernikahan Anda. Anda bingung siapa yang harus “dieliminasi” dari daftar tamu, padahal Anda merasa orang-orang tersebut pernah terlibat dalam aktivitas Anda.

Bila Anda menghadapi hal seperti ini, ikuti cara memangkas jumlah tamu:

Mulailah dengan persentase

Setelah mengamati gedung perkawinan, dan jumlah tamu yang dapat ditampung, lalu bagi tamu menurut persentasenya: 50% untuk tamu Anda dan pasangan, 25% untuk tamu masing-masing orangtua. Menurut Anna Post, penulis buku Do I Have to Wear White?, jika orangtua Andalah yang membiayai pernikahan ini, Anda memang terpaksa memberikan persentase yang lebih tinggi. Jika belakangan terlihat ada “sisa” undangan, Anda dapat mengalokasikan tempat tersebut untuk siapa saja yang membutuhkan lebih banyak undangan.

Berikan pengarahan pada orangtua

Memang sulit jika hidup Anda masih dipengaruhi oleh orangtua. Namun Anda bisa memberikan “pengarahan” secara spesifik kepada orangtua untuk menyeleksi daftar undangan, sebelum mereka mulai menelepon teman-teman, keluarga, dan kerabat lain untuk ikut menghadiri acara pernikahan Anda.

Buat tingkatan

Begitu Anda menyelesaikan draft dari daftar undangan Anda secara lengkap, tempatkan setiap tamu ke dalam kategori hubungan, demikian saran Sharon Naylor, penulis 1001 Ways To Save Money… and Still Have a Dazzling Wedding. Urutan pertama terdiri atas anggota keluarga terpenting (kakek-nenek, kakak-adik, paman-bibi, dan sepupu langsung). Urutan kedua adalah teman-teman dekat dan keluarga dekat (sepupu tak langsung). Ketiga adalah teman kantor dan teman main. Ketika Anda mengetahui berapa banyak tamu yang dapat Anda undang, mulailah memotong daftar dari lapisan ketiga. Anda tidak akan merasa bersalah karena menghapus seluruh kelompok tingkatan ini (misalnya teman kantor, atau komunitas memasak Anda), daripada hanya mengundang beberapa dari mereka.

Lakukan tes “satu tahun”

Jika Anda tidak yakin siapa yang akan diundang, tanyakan pada diri Anda sendiri, pernahkah Anda bertemu, menelepon, berkirim SMS atau email, dengan teman Anda ini dalam setahun? Menurut David Tutera, event planner dan host acara TV My Fair Wedding, “Jika jawabannya tidak, Anda tidak perlu resah karena menghapusnya dari daftar undangan.

Buat konsep pernikahan yang lebih pribadi

Boleh dibilang, inilah cara paling mudah untuk menjaga daftar tamu Anda tidak membludak. Anda bisa kok menyelenggarakan acara pernikahan untuk keluarga dan teman-teman dekat saja. Setelah kembali dari berbulan madu, Anda bisa mengadakan acara makan-makan bersama -misalnya-  teman-teman kantor yang tidak Anda undang.

Sumber : realsimple



%d bloggers like this: