Marriage

06Jan11

Perkawinan seperti tanaman yang membutuhkan pupuk, penggantian tanah, pemangkasan tangkai dan daun yang kering, disiram, dipindahkan bila terlalu dibakar matahari dan semua harus dilakukan dengan pas tidak boleh berlebihan atau kekurangan serta pada waktu yang tepat karena tanaman yang sudah kering tidak mungkin tertolong walau kita siram dengan air yang banyak sekalipun.

Marriage

Marriage

Komunikasi adalah inti dari sebuah perkawinan yang sukses. Diharapkan dengan adanya komunikasi yang baik dengan pasangan kita akan melahirkan tata cara menyampaikan keluhan dengan baik. Pasangan hidup bukan musuh jadi berkomunikasilah dengan kasih. Komunikasi ada 2 yaitu komunikasi eksternal dan komunikasi internal atau yang sering kita sebut bicara dengan diri sendiri, jika kualitas komunikasi internal kita tidak baik dan dipenuhi rasa curiga serta benci maka komunikasi eksternal sudah bisa dipastikan akan buruk dan yang ada adalah keinginan untuk mengalahkan pasangan kita.

Dibawah ini adalah 10 tips awal bagi pasangan yang akan melangsungkan pernikahan ataupun bagi pasangan yang telah menikah:

  1. Setiap pernikahan harus dilandasi niat yang kuat yaitu menikah karena Allah, sehingga kita akan ikhlas menerima ketentuanNya seburuk apapun itu, tanamkan di mindset kita bahwa menikah adalah ibadah.
  2. Sebelum memasuki gerbang pernikahan masing masing harus memastikan tidak ada rahasia terpendam yang ditakutkan akan menjadi masalah terpendam dalam pernikahan nantinya.
  3. Jangan berbohong demi bisa menikah dengan orang yang kita incar -tidak semua lho menikah karena cinta- karena kebohongan sepandai dan serapi apapun menyimpannya bisa saja terkuak di belakang hari.
  4. Jika sebelum menikah kita sudah melihat banyak sifat dan kelakuan calon pasangan yang kita tidak sreg dan sifatnya prinsipil jangan pernah berharap masalah itu akan selesai setelah pernikahan karena biasanya sesudah menikah malah aslinya keluar semua. Seperti laki laki yang suka ringan tangan saat pacaran atau terlalu possesive sehingga membatasi lingkungan sosial sang wanita, sebaiknya tidak diteruskan karena akibatnya bisa fatal dan sudah dibuktikan dalam acara acara kriminal di TV, kekerasan dalam rumah tangga bisa terjadi karena sang lelaki merasa memiliki kekuasaan atas diri wanitnya.
  5. Juga berhati hatilah terhadap orang yang begitu sempurna, yang memiliki sifat pengalah yang luar biasa dan terkesan plin plan karena bisa saja begitu dia sudah menjadi suami belangnya baru kelihatan dan anda akan shock menghadapi kenyataan ini.
  6. Biasakan untuk menggunakan pola pikir TO GIVE and TO TAKE bukan sebaliknya, jangan pernah punya pamrih saat kita memberi seperti cinta, jangan merasa bahwa cinta yang kita berikan begitu besar sementara timbal baliknya tidak sesuai, cinta dan perkawinan bukan dagang yang bisa diselesaikan dengan rumus matematik. Selama kita berpegang pada prinsip menikah karena Allah maka kita tidak akan menghitung untung dan rugi, bahkan saat rumah tangga digoncang prahara kita tidak akan gamang karena yakin Tuhan punya rencana yang baik buat kita sehingga kita bisa mengambil hikmah dari setiap peristiwa.
  7. Pernikahan 2 manusia dewasa dari background yang berbeda tidaklah mudah dibutuhkan kedewasaan, kejujuran, keikhlasan dan komitmen untuk bisa menjalaninya. Pasangan dalam perkawinan juga merupakan partner untuk mengayuh roda kehidupan buat irama yang harmonis, jangan yang satu melangkah terlalu cepat sementara lainnya leha leha karena lama kelamaan akan terjadi kepincangan.
  8. Jika kehidupan perkawinan mulai jenuh coba melakukan refreshing berdua tanpa anak, coba lakukan ritual ritual romantis seperti yang pernah anda lakukan saat cinta masih menggebu. Ini problemnya terkadang naluri seorang ibu susah meninggalkan anaknya sehingga kalaupun terpaksa tidak bawa anak tapi dia tidak bisa menikmati “bulan madu keduanya” karena pikirannya ada di rumah.
  9. Selalu camkan kuat kuat dalam diri kita apa yang membuat pasangan kita jatuh hati pada diri kita dulu, pertahankan itu sebisa mungkin. Jika menyukai kita karena kecantikan dan kesegaran kita yang membuat dia merasa semangat maka sebagai istri anda juga wajib menjaga kecantikan dan kesegaran anda, ikut senam kebugaran sehingga darah mengalir lebih cepat yang membuat wajah selalu berseri, tampilkan inner beauty sebagai kompensasi kulit yang mulai keriput, percaya tubuh hanyalah wadah buat pasangan hidup kita selama spirit kita tetap cantik maka dia hanya akan menangkap sinar kecantikan itu. Pokoknya dalam perkawinan manajemen diri sangatlah penting jangan mentang mentang sudah menikah jadi boleh enak enakan. Jika suami suka karena kepandaian kita janganlah pernah berhenti belajar  karena anda akan menjadi sumber inspirasi suami, dan sebaliknya.
  10. Kita tidak bisa mengabaikan faktor biologis dalam perkawinan, pada umumnya wanita lebih dewasa dibanding laki dalam usia yang sama jadi kalau wanita usianya lebih tua harus berhati hati karena anda sudah memilih untuk menghadapi kemungkinan kemungkinan yang tidak menyenangkan, bayangkan kalau seorang laki laki masih bisa menikmati hubungan seks sampai usia berapapun sementara wanita lebih cepat pudar hasrat seksualnya. Jadi kalau kita menikah dengan laki laki yang lebih muda pastikan kita memiliki hal hal lain yang bisa mengikat suami seandainya anda sudah bukan lagi pasangan  hangat di tempat tidur. Tapi kita tidak boleh pasrah, dengan latihan dan olah raga yang teratur maka usia biologis tubuh kita bisa saja lebih muda dari usia sebenarnya, selalu berpikir positip juga akan membuat kita menjadi pribadi yang menyenangkan.

Akhir kata tiada kata terlambat untuk memulai proses komunikasi. Dibutuhkan kebesaran jiwa dan kerendahan hati dari tiap-tiap pasangan untuk bisa menerima setiap kekurangan yang menjadi sandungan, dan mencoba untuk mencari jalan keluar yang baik bagi kelanggengan sebuah hubungan yang merupakan buah hasil dari suatu perkawinan. Berusahalah sekarang, menyesal sekarang ketika semuanya masih bisa diperbaiki daripada nanti ketika semuanya menjadi begitu terlambat.

 



%d bloggers like this: