Menghilangkan Postwedding Blues Anda

04Jun09

Menghilangkan Postwedding Blues Anda

Menghilangkan Postwedding Blues Anda

Anda sudah menghabiskan berbulan-bulan (bahkan tahunan!) perencanaan, dan sekarang semuanya sudah berakhir. Gaun pengantin sudah dipakai, janji sudah diucapkan, dan para tamu sudah kembali ke rumah. Apa yang dilakukan pengantin? Jangan khawatir. Postwedding itu adalah bagian normal dari sebuah proses pernikahan. Feeling down? Ikuti petunjuk berikut untuk membantu anda bergairah kembali dan menikmati bagian terbaik dari pengalaman setelah pernikahan.

Jadilah Realistis

Apa yang bisa anda lakukan sekarang setelah perencanaan dan stres sudah berlalu? Pikirkan mengenai harapan anda dari kehidupan pernikahan sebelum anda melaksanakannya. Sangat musah untuk membuatnya menjadi romantis, tapi ketika pernikahan usai dan anda kembali pada kehidupan anda sehari-hari, anda mungkin akan merindukan kesibukan dan kerepotan merencanakan hari besar anda. Bicarakan mengenai harapan anda dengan pasangan. Bagaimana anda ingin membangun kehidupan bersama? Bagaimana anda ingin menghabiskan waktu setelah menikah? Hal ini bisa mengeliminasi harapan-harapan yang tidak realistis.

Menenangkan diri kembali ke dalam jadwal normal

Dari menemui catering sampai membuat undangan dan mengirimnya, anda telah mempersembahkan waktu luang anda untuk persiapan dan perencanaan pernikahan. Setelah anda pulang dari bulan madu, pikirkan cara untuk mengisi waktu senggang anda. Bayangkan semua hal yang anda lakukan sebelum menikah – makan malam dengan teman, menonton film, dan kegiatan bersosialisasi lainnya. Meskipun hidup mungkin tidal semenyenangkan seperti ketika anda merencanakan pernikahan, kegiatan tersebut dapat membantu menjalin hubungan lagi dengan teman-teman, keluarga, dan suami anda. Dan jangan lupa: Anda akhirnya memiliki waktu untuk bersantai! Jadi, nikmatilah.

Ambil foto-foto pernikahan anda

Sensasi menikah tidak hanya ada anda di masa lalu – anda masih memiliki foto-foto pernikahan anda untuk dilihat. Buat waktu pertemuan dengan fotografer anda untuk memposting foto anda secara online atau mengambilnya dalam bentuk cetak. Hal ini akan memberi kesempatan anda dan suami untuk mengenang hari membahagiakan anda. Jika anda tidak membeli paket album untuk foto pernikahan anda, jadikan ini proyek untuk anda. Belilah scrapbook, shadow box atau bingkai foto dan beberapa kertas lucu, dan habiskan beberapa bulan ke depan untuk menyusun kenangan anda kembali.

Nikmati waktu untuk diri anda sendiri

Ketika anda menikah, anda akan mudah sekali merasa bersemangat dengan suami dan status pernikahan anda. Tapi memberi waktu untuk diri anda sendiri adalah kunci untuk kemudahan transisi. Apakah itu bersepeda santai di lingkungan sekitar rumah, pergi ke spa untuk pijat relaksasi, atau ke mall untuk sekedar terapi belanja, waktu sendiri ini tidak hanya akan meremajakan anda, tapi juga membantu anda untuk memperkuat rasa ke”saya”an, daripada hanya ke”kita”an.

Berbicara kepada teman

Anda mungkin akan merasa konyol atau tidak bersyukur karena memiliki perasaan negatif setelah menikah, tapi itu normal. Memendam pikiran dan emosi tersebut sendiri hanya akan memperburuknya, rencanakan untuk berkumpul bersama teman-teman perempuan anda. Keluarkan semuanya pada teman-teman anda (terutama yang sudah menikah yang pernah berada dalam posisi seperti anda). Dan jangan lupa untuk mengkomunikasikannya dengan pasangan anda. Sangat mudah untuk membuatnya diam ketika anda merasa frustasi, tapi berbagi akan sangat menolong – ia mungkin juga merasakan hal yang sama.

Sumber : perempuan.com



%d bloggers like this: