Untung-Rugi Menikah pada Tanggal “Cantik”

02Jun09
Untung-Rugi Menikah pada Tanggal "Cantik"

Untung-Rugi Menikah pada Tanggal "Cantik"

Banyak calon pengantin yang saat ini tidak lagi memilih tanggal perkawinan sesuai perhitungan “hari baik” seperti yang dipercaya para orangtua. Mereka meyakini bahwa semua hari adalah hari baik. Tanggal perkawinan saat ini umumnya ditentukan oleh ketersediaan gedung perkawinan. Tanggal lain yang menjadi pilihan adalah tanggal-tanggal “keramat” seperti 7 Juli 2007, 8 Agustus 2008, atau tahun ini, 9 September 2009. Alasan memilih tanggal tersebut bermacam-macam. Ada yang sekadar menganggapnya “tanggal cantik”, mudah diingat (karena kombinasinya secara angka menjadi 09-09-09), atau percaya bahwa kombinasi angka tersebut merupakan angka “hoki”.

Namun jika Anda berniat memilih tanggal-tanggal dengan kombinasi “cantik” seperti itu, sebaiknya Anda pikirkan kembali masak-masak. Berdasarkan pengalaman pada tahun 2007 lalu, dimana terjadi booming pernikahan pada tanggal 7 Juli, banyak pengalaman kurang menguntungkan justru dialami oleh pengantin maupun tamu-tamunya.

1. Sulit mencari lokasi perkawinan. Begitu banyaknya pasangan yang mengincar tanggal tersebut membuat gedung-gedung perkawinan sudah tersewa jauh-jauh hari. Banyak calon pengantin yang berani membayar lebih mahal daripada tarif normal, namun toh tak berhasil mendapatkannya. Akhirnya yang diperoleh hanyalah kekecewaan, karena terpaksa memilih tanggal lain.

2. Kesulitan mencari gedung perkawinan juga diikuti dengan kesulitan mencari vendor pendukung yang lain yang masih dapat melayani pada tanggal tersebut, seperti katering, make up artist, penjahit kebaya, fotografer, dekorasi, mobil pengantin, percetakan untuk undangan, dan lain sebagainya. Akibatnya, Anda harus mencari vendor pengganti, yang tentu saja membutuhkan perhatian ekstra.

3. Selain gedung perkawinan, pihak lembaga agama yang akan menikahkan Anda juga akan sulit memberikan pelayanan jika jumlah calon pengantin terlalu banyak. Siap-siap saja ditolak jika Anda tidak memesan tempat sejak beberapa bulan sebelumnya.

4. Ternyata, banyak calon pengantin yang punya pikiran yang sama dengan Anda: memilih tanggal cantik. Akhirnya, tanggal tersebut tidak lagi eksklusif, karena Anda bukan satu-satunya yang menikah pada tanggal tersebut.

5. Karena pesanan meningkat, penyedia jasa perkawinan umumnya juga menaikkan harga atau tarifnya. Beberapa unit yang cenderung menaikkan harga contohnya, florist, penjahit atau desainer, percetakan, fotografer, persewaan mobil, dan lain sebagainya.

6. Anda akan dibuat lebih deg-degan karena penjahit kebaya atau percetakan tempat Anda mencetak undangan kebanjiran order, sehingga pesanan Anda pun terbengkalai. Justru karena Anda tidak turun tangan langsung mengurusi undangan, misalnya, Anda hanya dapat menunggu kabar, dan hal ini sama sekali tidak menyenangkan.

7. Tamu Anda umumnya juga kebanjiran undangan pada hari yang sama. Sekalipun acara digelar pada jam yang berbeda, tamu tetap harus memilih undangan mana yang harus dihadiri. Bayangkan bila Anda menerima tujuh undangan dalam satu hari, dengan lokasi yang saling berjauhan. Menghadiri tiga undangan saja tentu sudah cukup melelahkan.

8. Macet! Sebagai tamu, Anda akan dibikin stres mengarungi jalanan kota Jakarta untuk menghadiri undangan di sana-sini. Jangan lupakan juga vendor yang melayani kebutuhan Anda, seperti pembuat janur atau katering. Seringkali kurirnya harus mengantarkan pesanan di beberapa tempat, dan ikut terkena macet. Lagi-lagi Anda akan dibuat was-was pesanan datang terlambat.

9. Karena poin ke-7 dan ke-8 di atas, Anda juga khawatir tidak banyak tamu yang dapat menghadiri acara Anda.

Nah, sekarang coba bandingkan hal-hal di atas dengan keuntungan yang Anda dapatkan dengan memilih tanggal “keramat”. Paling-paling Anda hanya akan menyimpan tanggal cantik yang mudah diingat oleh Anda sendiri. Selebihnya, hanya kerepotan yang Anda dapatkan.

Sumber : kompas.com



%d bloggers like this: