Industri Pernikahan

21Dec10

Pada tahun 2008, lebih dari dua juta pasangan menikah di Amerika Serikat. Sementara di Kanada, sekitar 115.000 pernikahan terjadi setiap hari. Cina, negara dengan penduduk terpadat, memiliki 9 juta pasangan yang menikah setiap tahun, menghabiskan lebih dari US$ 20.000 dolar untuk tiap pernikahan. Kecenderungan ini telah menarik banyak para pemilik modal untuk terlibat dalam apa yang kita kenal sekarang sebagai industri pernikahan.

Industri Pernikahan

Industri Pernikahan

Industri pernikahan terdiri dari perusahaan bisnis yang bergerak dalam bidang perhiasan, katering, mode busana, toko bunga, percetakan, musik, fotografi, transportasi, dan videografi. Keberagaman ini disebabkan belum ada-nya satu perusahaan yang mampu memberikan semua hal tersebut dibawah satu atap. Sektor perencanaan pernikahan juga muncul untuk meringankan beban para pasangan yang akan menikah. Sebuah penelitian baru menunjukkan bahwa satu dari dua pengantin menyewa konsultan pernikahan untuk membantu perencanaan hari pernikahan.

Industri ini nantinya juga akan merambah hingga sektor pendidikan. Keberadaan sekolah yang menawarkan sertifikasi untuk manajemen perencanaan pernikahan merupakan bukti dari industri yang berkelanjutan.

Topik umum yang dibahas dengan penyedia jasa konsultan pernikahan adalah seputar acara resepsi, cincin pertunangan, bulan madu, cincin pernikahan, fotografi dan video, katering, gaun pengantin, aksesoris pengantin, pengiring pengantin, bunga, musik, limosin atau transportasi apapun, gaun pakaian, dan aktifitas upacara keagamaan tentang pernikahan.

Industri ini dimulai ketika pernikahan dianggap sebagai sebuah “perdagangan” baik untuk pemenuhan kepentingan ekonomis atau politis, ketika perempuan dianggap sebagai sebuah “komoditas” dan dapat dijual dalam pertukaran untuk barang-barang berharga atau pengaruh. Dalam sejarah, upacara pernikahan menandai aliansi suku-suku kuat atau keluarga-keluarga bangsawan dan para tuan tanah yang dikenal sebagai pernikahan yang diatur dan dipaksakan. Dekade berikutnya telah memberikan banyak perubahan, tapi pernikahan masih memainkan peranan penting dalam mengatur tatanan masyarakat. Di beberapa negara, upacara pernikahan mencerminkan status sosial dan kelas ekonomi dari suatu pasangan. Oleh karena itu, kemewahan dalam acara, gaun, tema, dan resepsi telah menjadi tren.

Globalisasi lebih lanjut memberi kontribusi untuk perkembangan industri pernikahan. Sebagai contoh, sebuah pernikahan tradisional Jepang, menurut sensus tahun 2005 rata-rata akan menghabiskan biaya US$ 70.000, dan dikarenakan menikah di Guam 60% lebih murah, maka lebih dari 25% dari pasangan Jepang melaukan pernikahan di Guam, seperti yang dilaporkan Pacifik Daily News.

Dengan 106.000 pernikahan pertahun menempatkan Las Vegas, Nevada sebagai kota nomor satu yang dipilih para pasangan pengantin untuk tempat pernikahan mereka. Hal ini diikuti oleh Istambul, Turki dengan 92.000 pernikahan per tahun, Gatlinburg di Tennessee dan New Orleans di Louisiana Amerika Serikat. Dan diikuti dengan tempat-tempat tujuan pernikahan yang mahal lainnya seperti Karibia, Meksiko, dan hampir semua bagian Eropa.

Menurut berita Associated Press dan Reuters tahun 2008, industri pernikahan Filipina merambah hingga pasar dunia. Shoppe Inc, yang bergerak dalam spesialisasi penyedia jasa busana dan gaun pernikahan terlibat dalam beberapa beberapa acara penting di Asia dan Pasifik. Jardin de Miramar, mendapat pengakuan internasional ketika dipilih sebaga tempat acara badan-badan internasional. Dipimpin oleh Mr. Lito Genilo, Smart Shot Studio menerima penghargaan dari Wedding And Portrait Photographers International (WPPI) dan Asosiasi Fotografer Pernikahan Filipina (WPPP), dan juga dari para pasangan pengantin yang menggunakan jasa mereka.   Industri Pernikahan



%d bloggers like this: