Villa Mertua Indah

20Jan10

Home sweet home…tiada tempat yang paling hangat selain di rumah sendiri. Berkumpul dengan pasangan dan bersama membangun rumah tangga yang mandiri. Akan tetapi, bagaimana jadinya bila dana untuk memiliki rumah belum cukup tersedia sehingga tinggal dengan orang tua ataupun mertua menjadi pilihan? Dapatkah suasana nyaman dan rumah tangga yang mandiri terwujud?

Konflik yang tak terelakkan

Tidak dipungkiri, konflik maupun benturan persepi antara mantu dan mertua banyak dialami pasangan tinggal menumpang dengan orang tua. Terutama antara mantu perempuan dengan ibu mertua. “Ketika anak lelakinya menikah, ada rasa kehilangan pada diri ibu dan rasa jealous dengan si mantu karena merebut kedekatan itu,” ujar Y Sri Widodo, S.Psi. Rasa cemburu itulah yang menjadi pemicu konflik. Ditambah saat melihat perilaku mantu melayani anaknya tidak sesuai dengan ‘standard’ si mertua.

Sweet Residence of ‘Villa Mertua Indah’

Sweet Residence of ‘Villa Mertua Indah’

Si mantu yang dibesarkan dalam kebiasaan dan kebudayaan yang berbeda, tentu butuh waktu untuk beradaptasi dengan kebiasaan baru tersebut. Hal itu yang kadang tidak disadari oleh mertua. Kadangkala seorang ibu juga masih merasa memiliki hak untuk mengatur hidup anaknya. Berbeda dengan laki-laki. Konflik yang tercipta dipicu rasa kekecewaan ayah mertua melihat mantunya tidak berhasil mensejahterakan si anak dari segi pemenuhan kebutuhan.

Untuk menyikapi hal itu, Widodo menyarankan perlunya sikap seobyektif dan setegas mungkin dalam menanggapi permasalahan itu. Bila dirasa tuntutan orang tua berlebihan dan tidak masuk akal, anak harus berani bersikap. Begitu juga sebaliknya. Tapi sebaiknya sikap tegas itu diajukan dengan alasan yang kuat tanpa sikap yang keras.

Buat Emotional ‘Bank Account‘ yang Banyak

Sebagai calon pasangan, dengan perhitungan akan menumpang tinggal di rumah mertua ada baiknya perbanyak emotional bank account dengan calon mertua. Tujuannya, tentu mengambil hati dan mendekatkan diri pada calon mertua. Misalnya mengingat hari ulang tahunnya dan tak lupa memberi ucapan selamat. Atau, mengirimkan kue-kue kecil kesukaan mertua buatan tangan sendiri.

Bila hal-hal kecil itu Anda lakukan, pasti mertua akan mengingat kebaikan-kebaikan Anda dan selalu memiliki excuse bila Anda melakukan kesalahan. Paling tidak, bila Anda melakukan suatu hal yang tidak berkenan di mata mereka, bukan tatapan sinis atau ucapan pedas yang Akan anda terima. Melainkan teguran kecil dan kritik lembut nan membangun.

Selanjutnya adalah buat komitmen dari awal pernikahan. Ajaklah pasangan Anda untuk mendiskusikan keterlibatan orang tuanya dapat mencampuri urusan keluarga Anda. Tentukan batasannya. Bicarakan juga dengan mertua untuk memberi masukan ataupun permasalah Anda dan (suami) pasangan.

Lalu jangan lupakan komunikasi. Bila Anda merasa mertua sudah melampaui batas yang ditentukan, bicarakanlah. Jangan biarkan Anda menyimpan kekesalan dalam hati seperti bom waktu yang nantinya akan meledak dengan dahsyat. Bertukar pikiranlah dengan pasangan. Dan mintalah ia membicarakan hal itu pada orang tuanya karena sebagai anak yang telah bertahun-tahun tinggal bersama orang tua, ia pasti akan lebih mudah menyampaikan maksud tanpa membuat orang tuanya merasa kecewa.

Kemudian, bila Anda adalah mantu perempuan ingatlah bahwa bagaimanapun juga ibu mertua tetaplah ratu di rumahnya. Dia yang berkuasa akan segala yang berurusan rumah tangga. Mungkin Anda merasa ‘gatal’ melihat letak sofa ruang tamu yang kurang artistik hingga ingin segera memindahnya. Tapi ingat, Anda tidak mempunyai otoritas untuk itu. “Jadi bersikaplah flexible dengan segala yang ada di rumah itu,” kata Anna Surti Ariani, Psi atau yang akrab disapa Nina.

Lihat segi positif

Nah, setelah Anda menyikapi segala persoalan dengan positif, maka akan terlihat keuntungan dari tinggal dengan orang tua. Mari kita lihat dari segi financial. Tinggal menumpang dengan mertua artinya Anda tidak perlu pusing memikirkan biaya tempat tinggal.

Artinya, uang yang tadinya digunakan untuk mengontrak rumah bisa ditabung untuk membeli tempat tinggal di kemudian hari. Namun demikian, yang namanya menumpang ya harus tahu diri. Paling tidak dengan cara sharing pengeluaran sehari-hari baik untuk pembayaran tagihan listrik, air dan sebagainya.

Selain dapat menghemat pengeluaran untuk tempat tinggal, Anda bisa sedikit tenang meninggalkan anak di rumah untuk pergi bekerja. Dibandingkan hanya ditinggal dengan pengasuh, pengawasan keluarga sedarah seperti neneknya memang terasa lebih aman. Dengan demikian, pengasuh bisa lebih terkontrol. Masih banyak sisi positif lain yang dapat diambil dari tinggal dengan mertua. Mulai dari belajar memasak bagi Anda yang belum pandai memasak, hingga mempelajari pengalaman mereka dalam mengarungi bahtera rumah tangga. Villa Mertua Indah-Duniawedding.com



%d bloggers like this: