Posts Tagged ‘adat’

Budaya Nusantara tidak akan pernah musnah, walaupun budaya mancanegara terus-menerus menyerbu budaya Tanah Air. Setidaknya perkawinan adat masih sangat diminati oleh para calon raja ratu sehari masa kini. Saat ini pesta perkawinan adat bahkan tengah mencapai masa keemasannya. Rangkaian upacara perkawinan adat merebak dari kampung-kampung kumuh maupun gang-gang sempit, hingga menembus kawasan-kawasan elite dan hotel-hotel […]


Pernikahan Adat Tionghoa


Busana adat perkawinan Gayo, Aceh Tenggara, mengetengahkan kekayaan teknik sulaman benang warna putih, merah, kuning dan hijau. Pakaian pria dikenal dengan sebutan baju Aman mayak, pakaian wanita disebut Ineun mayak. Pengantin pria mengenakan bulang pengkah, yang sekaligus berfungsi tempat menancapkan sunting. Unsur lain adalah baju putih, tangang, untaian gelang pada lengan, cincin, kain sarung, genit […]


Lamaran (Ba Ranub) Untuk mencarikan jodoh bagi anak lelaki yang sudah dianggap dewasa maka pihak keluarga akan mengirim seorang yang bijak dalam berbicara (disebut theulangke) untuk mengurusi perjodohan ini. Jika theulangke telah mendapatkan gadis yang dimaksud maka terlabih dahulu dia akan meninjau status sang gadis. Jika belum ada yang punya, maka dia akan menyampaikan maksud […]


Umat Hindu mempunyai tujuan hidup yang disebut Catur Purusa Artha yaitu Dharma, Artha, Kama dan Moksa. Hal ini tidak bisa diwujudkan sekaligus tetapi secara bertahap. Tahapan untuk mewujudkan empat tujuan hidup itu disebut dengan Catur Asrama. Pada tahap Brahmacari asrama tujuan hidup diprioritaskan untuk mendapatkan Dharma. Grhasta Asrama memprioritaskan mewujudkan artha dan kama. Sedangkan pada […]


Pakaian adat pengantin Kota Pangkalpinang untuk perempuan adalah baju kurung merah yang biasanya terbuat dari bahan sutra atau beludru yang jaman dulu disebut baju Seting dan kain yang dipakai adalah kain bersusur atau kain lasem atau disebut juga kain cual yang merupakan kain tenun asli dari Mentok. Pada kepalanya memakai mahkota yang dinamakan “Paksian”. Bagi […]


Teh banyak digunakan pada perayaan-perayaan masyarakat Tionghoa, termasuk acara pernikahan, karena merupakan minuman rakyat dan menyajikan teh merupakan sebuah bentuk tanda hormat. Biji bunga teratai yang biasanya digunakan dalam teh pada acara pernikahan memiliki maksud. Kata “teratai” dengan “tahun” memiliki bunyi yang hampir sama, meskipun artinya berbeda, sehingga orang Tionghoa percaya bahwa menaruh benda-benda itu […]


Pada upacara perkawinan adat Keraton Mataram Islam ada beberapa proses yang harus dilalui, yaitu memilih pasangan, lamaran, pasang tarub, tuwuhan siraman, ijab qabul, panggih, resepsi, sepasaran, dan selapanan. Pertama, memilih pasangan. Setidaknya ada tiga kriteria yang harus diperhatikan, yaitu bibit, bobot, dan bebet. Ketiga konsep ini sesuai dengan prinsip Islam, yaitu karena cantiknya,keturunannya, hartanya, dan […]