Normal

19Jan11

Normal… What is the definition of normal?  You get married, buy a home, exist as a couple and the down the road you have a baby and live happily ever after until your time comes.  How many of us really live our lives or do we just follow the script in life that has been written for us.  Do people actually follow their dreams and their hearts or do we make a choice to walk away from them to be normal?

“you only have one life”

“you only have one life”

 

I know the later is the safer choice; however is it that the choice that makes you most happy?  What if you fall in love with another country? You can actually envision living there enjoying the simple pleasures in life that we so take for granted here in the USA.

As I sat at lunch one day I watched families, couples and friends piling in at noon time to one of Cortona’s best restaurants. Everyone was so genuinely happy to sit down, engage in conversation and indulge in the delicacies of the house.  No phones, no blackberry’s, no texting.  They were here to enjoy food, family, and friends. They were here to live life.

Even the children were beautiful and carefree, which resonated in their spirit.  I couldn’t peel my eyes off of them.  They were little Italian speaking angels.

I quickly was brought back to the present when the elderly American couple sitting next to me was repulsed that the restaurant didn’t have a booster chair for a child and instead they were using pillows. This was the same couple who sat through their entire meal and said maybe 10 words to each other.  Did they follow the script and this was the last scene in the movie?

“this life isn’t a dress rehearsal, it is the real show”

“this life isn’t a dress rehearsal, it is the real show”

 

So my question is do you follow your heart or your head?  Is there a compromise, a happy medium perhaps?

My mother always told me, “this life isn’t a dress rehearsal, it is the real show”.  Another dear friend is quick to remind me, “you only have one life”. Why is life so different in this world?  It wasn’t just that I was on holiday, everyone lived like this here.  They take each day and embrace it with a true passion.  Time seemed to creep by in Italy as opposed to here when you look up and the day has flown by. As a culture we are so busy, busy doing this, that or the other.  Life never seems to slow down and when it is all said and done is it possible we missed it?

So can you make this lifestyle come to you or do you have to go to it? Is it possible to take the beliefs from another culture and submerge them into yours when they are both so different?

As my imagination started to run wild I began to wonder what life would be like here in Tuscany.  Of course I would work, but could I live on less and enjoy more.  Would it possibly run its course and in a year’s time I would become bored and miss life in the states.  Or is this the place I am meant to spend the rest of my days?

As I returned to the states these thoughts constantly haunted me until one day I came up with a possible solution. I could take my skills set acquired over the past 20 years and apply them to create something so meaning full and beautiful in this land of splendor…The Perfect  Wedding.  Tara Fontana-Weddings Under the Tuscan Sun-Founder-Coordinator


Kreativitas memang tidak lepas dari kemauan kita untuk merubah sesuatu yang terlihat biasa saja menjadi sesuatu yang sangat menawan. Berawal dari sesuatu yang biasa, handuk telah dapat disulap menjadi aneka bentuk yang sangat menawan melebihi apa yang terbayangkan sebelumnya.

Chocolate cake roll

Chocolate Cake Roll

Kata “handuk” berasal dari bahasa Belanda, handdoek. Saat ini, handuk sendiri sudah masuk ke dalam kebutuhan primer bagi siapa saja tanpa memandang pangkat dan jabatan, sehingga tidak salah bila Anda tentunya pasti sudah sangat familiar dengan “handuk”. Hal ini menjadikan handuk sebagai salah satu pilihan yang tepat sebagai hadiah dan souvenir. Handuk juga memiliki berbagai jenis, mulai dari handuk mandi, handuk muka, handuk travel, handuk sport, handuk pantai hingga handuk yang dikereasikan bentuknya menjadi handuk kimono, handuk selimut dan handuk kemben. Berbagai jenis handuk tersebut juga memiliki keragamanan mulai bentuk, warna dan bahan bakunya. Ada yang berasal dari benang halus ada juga yang terbuat dari benang kasar.

Selain berfungsi untuk menyelimuti dan mengeringkan objek, handuk ternyata bisa juga dijadikan semacam souvenir atau barang koleksi yang menarik dengan sentuhan seni. Dengan adanya berbagai ragam bentuk dan warna handuk tersebut, di tangan orang yang berjiwa seni bisa di sulap menjadi souvenir menarik bahkan dapat mempermanis hantaran, kamar mandi, hingga tempat tidur calon pengantin.

Strawberry Cake Roll

Strawberry Cake Roll

Salah satunya bentuk kreasi handuk dalam bentuk aneka makana artificial seperti cake. Chocolate cake roll towel adalah kreasi handuk yang akan terlihat sebagai cake coklat yang menggugah selera. Towel ice cream, dengan bentukan handuk yang disajikan dalam gelas dan tempat es krim yang imut dan cantik, akan menggoda penikmatnya layaknya siap menyantap es krim yang sesungguhnya. Dimasukkan dalam cup transparan lalu ujungnya ditusuk dengan sedotan atau stick es krim yang dipermanis dengan hiasan buah imitasi. Dengan tekstur bahan handuk yang lembut dan harum, tak salah bila seni kreasi handuk ini akan terlihat seperti aslinya, namun jika diangkat dari wadah dan dibongkar, barulah ketahuan semua makanan itu terbuat dari handuk. Bukan hanya tekstur handuk yang mirip aslinya, hiasan pelengkap warna-warni membuat tampilannya semakin cantik dan tampak lezat. Ditambah lagi irisan strawberry atau cherry yang sangat mirip aslinya. Adapula handuk warna pink yang dibentuk bunga dan kupu-kupu yang siap menghiasi tempat sabun mempermanis kamar mandi Anda. Handuk juga bisa disulap menjadi sepasang angsa, kupu-kupu, kelinci bahkan binatang penyu yang lucu.

Aneka handuk yang telah dibentuk sebagai replika aneka makanan dan sebagainya ini sangat cocok sebagai penghias hantaran siraman, parcel, bingkisan ulang tahun, kado kelahiran ataupun persembahan keluarga mempelai sebagai souvenir kepada tamu undangan yang menghadiri resepsi pernikahan.   Souvenir Handdoek


Gaun Pengantin

11Jan11

Salah satu bagian dalam perencanaan pernikahan adalah mempersiapkan gaun pengantin. Karena tiap pengantin wanita ingin tampil “sempurna”, menyebabkan keberadaan sebuah gaun pengantin menjadi sangat penting.

Gaun Pengantin

Gaun Pengantin

Jika Anda adalah salah satu dari para calon pengantin yang sedang mencari gaun pengantin impian, berikut adalah beberapa hal yang harus Anda pertimbangkan sebelum memilih gaun pengantin dan beberapa tips yang dapat membantu Anda mencari gaun pengantin yang tepat:

  • Mencari informasi. Hal ini sangat penting karena informasi yang Anda peroleh nantinya akan berfungsi sebagai panduan Anda dalam memilih gaun pengantin seperti yang Anda impikan. Mencari informasi tentang gaun pengantin dapat Anda lakukan secara online dengan mengunjungi situs yang menyediakan informasi tentang gaun pengantin atau dengan membaca majalah-majalah pernikahan untuk mendapatkan informasi perkembangan model dan tren terbaru seputar gaun pengantin. Pastikan bahwa Anda mengunjungi situs yang berisi informasi yang sifatnya umum dan luas yang membahas tentang gaun pengantin.
  • Mengetahui bentuk tubuh. Ini adalah salah satu pedoman dasar dalam menemukan gaun pengantin yang tepat. Setelah Anda mengetahui bentuk tubuh Anda sendiri, Anda akan mengerti bentuk gaun pengantin terbaik yang sesuai dengan bentuk tubuh Anda dan model gaya yang tepat untuk melengkapi fisik Anda. Apakah Anda tinggi, pendek, mungil, gemuk, berbentuk buah pir, memiliki leher panjang, pinggul besar, pinggang besar dan sejenisnya, akan selalu ada bentuk gaun pernikahan yang tepat untuk Anda.
  • Membiasakan diri dengan bentuk gaun pengantin yang ada. Pemahaman tentang bentuk gaun yang tersedia, gaya, dan desain yang ada pasti akan membuat Anda lebih mudah menemukan gaun pengantin yang tepat. Beragamnya model gaun pengantin seperti gaun dengan model two-piece ball dengan rok dan korset yang besar, model gaun princess A-line, sheath, gaun pengantin dengan potongan empire, gaun dengan model mermaid, gaun pengantin dengan model straight line, strapless, halter, atau beragam variasi gaun pengantin lainnya.
  • Jangan termakan iklan dan rayuan. Ketika memutuskan untuk memesan satu model gaun pengantin, selalu pastikan bahwa Anda tidak memilih model gaun hanya berdasarkan argumentasi dari desaigner dan rumah mode, dengan kata lain jangan sampai Anda hanya dipilihkan. Boleh saja Anda mempertimbangkan beberapa saran mereka tetapi pastikan bahwa Anda telah memiliki spesifikasi dan gambaran sendiri tentang gaun pengantin yang akan Anda gunakan.
  • Rencanakan anggaran. Sebelum memutuskan membeli gaun pengantin yang Anda pilih, pastikan bahwa Anda memiliki anggaran khusus untuk gaun pengantin. Ingat, Anda baru berada pada tahap awal perencanaan pernikahan, yaitu mempersiapkan gaun pengantin. Meskipun gaun pengantin yang Anda gunakan sangat penting, ingatlah bahwa masih banyak hal yang perlu Anda bayarkan dan belanjakan untuk berbagai kebutuhan perlengkapan hari pernikahan Anda. Tetapkan besaran anggaran yang pasti untuk gaun pengantin dan tepati.

Setelah perjalanan waktu yang panjang, diantara gerak perubahan busana pengantin muslim kembali menggejala. Sosoknya tegar ditengah tentangan badai, bahkan tak jarang terseret-seret ke dalam lingkaran politik, padahal masalahnya akan lebih bisa dipandang secara jernih bila titik pandang mau sedikit bergeser kepada sebuah pijakan pemahanan dinamika proses perbincangan budaya. Kini tahap perbincangan itu mulai memasuki kawasan baru, tarikan-tarikan dunia mode mulai menjamah dan ia mempunyai pola gerak tersendiri yang tak kalah kuat tantangannya, karena ia menggugah pergumulan paling klasik antara panggilan Iman dan godaan duniawi.

Busana Pengantin Muslim

Busana Pengantin Muslim

Konsep berpakaian berdasarkan filosofis Islam telah menciptakan suatu tuntutan baru terhadap dunia busana. Bagaimana menciptakan sebuah busana pengantin yang tepat sesuai makna yang diharuskan, kesempurnaan dalam pengaplikasian kombinasi dari kerudung -jilbab-, sepatu dan veil -selendang- yang pasti menjadi elemen penting dalam sosok busana pengantin muslim.

Kebaya Pengantin Muslim

Kebaya Pengantin Muslim

Tantangan untuk menciptakan sebuah adi karya busana pengantin muslim, dimana pilihan pakaian haruslah longgar tanpa memperlihatkan lekuk tubuh sang pemakainya, seluruh pakaian haruslah menutupi tubuh sang pengantin kecuali bagian telapak tangan dan wajah. Keharusan ini tidaklah bisa dikompromikan karena telah menjadi panduan pasti. Batasan inilah yang menjadi tantangan untuk dunia busana pengantin, mampukah menciptakan reka bentuk busana pengantin muslim yang seutuhnya. Tetap mengacu kepada kemajuan teknologi mungkin dalam pemilihan bahan dan teknik jahitan, tetap menampilkan reka model yang up-to-date, perpaduan aneka aksesoris, aplikasi dari berbagai teknik layering dan drapery, keunggulan penempatan motif-motif bordir, dan lain sebagainya hingga harmonisasi antara busana pengantin pria dan wanita.

Gaun Pengantin Muslim

Gaun Pengantin Muslim

Kehadiran busana pengantin muslim haruslah bisa menjawab tuduhan atas keberadaanya sebagai busana yang tidak menarik, kolot dan tidak praktis. Menciptakan ketertarikan terhadap busana pengantin muslim yang membuat orang mulai berpikir untuk mencoba memakainya tanpa merasa “terpaksa”. Seharusnya kita juga risi dengan parade busana pengantin yang hadir dalam balutan warna-warna menyala dan potongan busana yang “setengah mengintip”. Ditambah penekanan hanya terhadap busana pengantin wanita tanpa memperhatikan busana pengantin pria telah menciptakan ketidakseimbangan, antara revolusi dan evolusi.   Busana Pengantin Muslim


Inilah bagian yang mendapatkan perhatian paling tinggi dalam pesta pernikahan. Ragam pilihan menu yang terhidang akan membuat para undangan tergiur untuk menikmatinya. Karena menempati poin teratas dalam perhitungan budget pesta, hendaknya jangan sampai terjadi kesalahan dalam penghitungan ataupun kesalahan dalam menentukan aneka menu yang akan disajikan.

Hal Seputar Katering

Hal Seputar Katering

Berikut trik dan tips yang dapat menjadi panduan alam hal katering:

  • Untuk mengetahui jumlah dan variasi menu yang akan dipesan, biasanya pihak katering akan melakukan “depth interview” dengan calon pengantin. Misalnya, berapa jumlah undangan yang akan disebar -via telepon, sms, mailing list dan lain sebagainya- sehingga benar-benar diketahui secara tepat jumlah tamu yang akan mengahdiri pesta. Hal ini belum termasuk undangan untuk keluarga dekat dan ini biasanya menempati presentase paling besar. Pikirkan juga apakah mayoritas yang akan datang adalah golongan orang tua ataukan anak muda, karena nantinya akan mempengaruhi keputusan dalam pemilihan menu.
  • Satu orang undangan biasanya akan menikmati sekitar 3 sampai 5 jenis menu yang dihidangkan. Menu yang tersaji untuk pesta di siang hari akan lebih banyak dibandingkan pesta yang dilakukan pada malam hari. Alasannya, orang-orang cenderung lebih lapar di saat siang hari.
  • Tidak ada perbedaan menu yang signifikan antara pesta indoor maupun outdoor. Sebagai variasi tambahkan menu “khas daerah”. Favorit para tamu biasanya adalah yang terhidang di “menu gubug” -food stall-, dan hidangan “kering” seperti tempura, chicken cordon bleu, kebab dan lain sebagainya.
  • Beberapa katering punya spesialisasi hidangan tersendiri seperti makanan vegetarian, Eropa, Continental dan lain sebagainya. Oleh karenanya ada baiknya melakukan survei kebeberapa vendor katering sebelum memutuskan pilihan.
  • Tanyakan kepada pihak katering, apakah harga makanan sudah termasuk pajak dan biaya servis pelayanan atau belum termasuk biaya yang disebutkan tersebut.
  • Mintalah food testing. Pihak vendor katering biasanya akan memberikan sample makanan dan servis pelayanan yang diberikan dengan mengundang Anda ke acara yang melibatkan mereka sebagai vendor katering penyadia makanan. Coba perhatikan, apakah pramusajinya berpenampilan bersih, rapi dan cekatan dalam melayani para undangan. Idelanya, 1 pramusaji bisa melayani 30 orang tamu -pesta buffet- dan melayani 20 orang tamu -pesta duduk-.

Setelah Anda dapat memastikan vendor katering yang akan digunakan, selanjutnya adalah membuat nota kesepahaman dalam bentuk kontrak yang mengikat kewajiban dan hak pihak vendor katering dan Anda sebagai pengguna jasa mereka. Perhatikan juga poin-poin utama dalam penandatanganan kontrak dengan pihak vendor katering, yang menyangkut, pembatalan pesanan, jumlah deposit yang harus dibayarkan di muka dan waktu pelunasan, dan sudah tentu tentang kesepakatan menu yang dipilih dan harga yang harus dibayarkan untuk itu.

Bagi yang ingin berhemat bisa memilih lebih banyak menu buffet, mengurangi jumlah undangan atau mengadakan pesta di malam hari.


Marriage

06Jan11

Perkawinan seperti tanaman yang membutuhkan pupuk, penggantian tanah, pemangkasan tangkai dan daun yang kering, disiram, dipindahkan bila terlalu dibakar matahari dan semua harus dilakukan dengan pas tidak boleh berlebihan atau kekurangan serta pada waktu yang tepat karena tanaman yang sudah kering tidak mungkin tertolong walau kita siram dengan air yang banyak sekalipun.

Marriage

Marriage

Komunikasi adalah inti dari sebuah perkawinan yang sukses. Diharapkan dengan adanya komunikasi yang baik dengan pasangan kita akan melahirkan tata cara menyampaikan keluhan dengan baik. Pasangan hidup bukan musuh jadi berkomunikasilah dengan kasih. Komunikasi ada 2 yaitu komunikasi eksternal dan komunikasi internal atau yang sering kita sebut bicara dengan diri sendiri, jika kualitas komunikasi internal kita tidak baik dan dipenuhi rasa curiga serta benci maka komunikasi eksternal sudah bisa dipastikan akan buruk dan yang ada adalah keinginan untuk mengalahkan pasangan kita.

Dibawah ini adalah 10 tips awal bagi pasangan yang akan melangsungkan pernikahan ataupun bagi pasangan yang telah menikah:

  1. Setiap pernikahan harus dilandasi niat yang kuat yaitu menikah karena Allah, sehingga kita akan ikhlas menerima ketentuanNya seburuk apapun itu, tanamkan di mindset kita bahwa menikah adalah ibadah.
  2. Sebelum memasuki gerbang pernikahan masing masing harus memastikan tidak ada rahasia terpendam yang ditakutkan akan menjadi masalah terpendam dalam pernikahan nantinya.
  3. Jangan berbohong demi bisa menikah dengan orang yang kita incar -tidak semua lho menikah karena cinta- karena kebohongan sepandai dan serapi apapun menyimpannya bisa saja terkuak di belakang hari.
  4. Jika sebelum menikah kita sudah melihat banyak sifat dan kelakuan calon pasangan yang kita tidak sreg dan sifatnya prinsipil jangan pernah berharap masalah itu akan selesai setelah pernikahan karena biasanya sesudah menikah malah aslinya keluar semua. Seperti laki laki yang suka ringan tangan saat pacaran atau terlalu possesive sehingga membatasi lingkungan sosial sang wanita, sebaiknya tidak diteruskan karena akibatnya bisa fatal dan sudah dibuktikan dalam acara acara kriminal di TV, kekerasan dalam rumah tangga bisa terjadi karena sang lelaki merasa memiliki kekuasaan atas diri wanitnya.
  5. Juga berhati hatilah terhadap orang yang begitu sempurna, yang memiliki sifat pengalah yang luar biasa dan terkesan plin plan karena bisa saja begitu dia sudah menjadi suami belangnya baru kelihatan dan anda akan shock menghadapi kenyataan ini.
  6. Biasakan untuk menggunakan pola pikir TO GIVE and TO TAKE bukan sebaliknya, jangan pernah punya pamrih saat kita memberi seperti cinta, jangan merasa bahwa cinta yang kita berikan begitu besar sementara timbal baliknya tidak sesuai, cinta dan perkawinan bukan dagang yang bisa diselesaikan dengan rumus matematik. Selama kita berpegang pada prinsip menikah karena Allah maka kita tidak akan menghitung untung dan rugi, bahkan saat rumah tangga digoncang prahara kita tidak akan gamang karena yakin Tuhan punya rencana yang baik buat kita sehingga kita bisa mengambil hikmah dari setiap peristiwa.
  7. Pernikahan 2 manusia dewasa dari background yang berbeda tidaklah mudah dibutuhkan kedewasaan, kejujuran, keikhlasan dan komitmen untuk bisa menjalaninya. Pasangan dalam perkawinan juga merupakan partner untuk mengayuh roda kehidupan buat irama yang harmonis, jangan yang satu melangkah terlalu cepat sementara lainnya leha leha karena lama kelamaan akan terjadi kepincangan.
  8. Jika kehidupan perkawinan mulai jenuh coba melakukan refreshing berdua tanpa anak, coba lakukan ritual ritual romantis seperti yang pernah anda lakukan saat cinta masih menggebu. Ini problemnya terkadang naluri seorang ibu susah meninggalkan anaknya sehingga kalaupun terpaksa tidak bawa anak tapi dia tidak bisa menikmati “bulan madu keduanya” karena pikirannya ada di rumah.
  9. Selalu camkan kuat kuat dalam diri kita apa yang membuat pasangan kita jatuh hati pada diri kita dulu, pertahankan itu sebisa mungkin. Jika menyukai kita karena kecantikan dan kesegaran kita yang membuat dia merasa semangat maka sebagai istri anda juga wajib menjaga kecantikan dan kesegaran anda, ikut senam kebugaran sehingga darah mengalir lebih cepat yang membuat wajah selalu berseri, tampilkan inner beauty sebagai kompensasi kulit yang mulai keriput, percaya tubuh hanyalah wadah buat pasangan hidup kita selama spirit kita tetap cantik maka dia hanya akan menangkap sinar kecantikan itu. Pokoknya dalam perkawinan manajemen diri sangatlah penting jangan mentang mentang sudah menikah jadi boleh enak enakan. Jika suami suka karena kepandaian kita janganlah pernah berhenti belajar  karena anda akan menjadi sumber inspirasi suami, dan sebaliknya.
  10. Kita tidak bisa mengabaikan faktor biologis dalam perkawinan, pada umumnya wanita lebih dewasa dibanding laki dalam usia yang sama jadi kalau wanita usianya lebih tua harus berhati hati karena anda sudah memilih untuk menghadapi kemungkinan kemungkinan yang tidak menyenangkan, bayangkan kalau seorang laki laki masih bisa menikmati hubungan seks sampai usia berapapun sementara wanita lebih cepat pudar hasrat seksualnya. Jadi kalau kita menikah dengan laki laki yang lebih muda pastikan kita memiliki hal hal lain yang bisa mengikat suami seandainya anda sudah bukan lagi pasangan  hangat di tempat tidur. Tapi kita tidak boleh pasrah, dengan latihan dan olah raga yang teratur maka usia biologis tubuh kita bisa saja lebih muda dari usia sebenarnya, selalu berpikir positip juga akan membuat kita menjadi pribadi yang menyenangkan.

Akhir kata tiada kata terlambat untuk memulai proses komunikasi. Dibutuhkan kebesaran jiwa dan kerendahan hati dari tiap-tiap pasangan untuk bisa menerima setiap kekurangan yang menjadi sandungan, dan mencoba untuk mencari jalan keluar yang baik bagi kelanggengan sebuah hubungan yang merupakan buah hasil dari suatu perkawinan. Berusahalah sekarang, menyesal sekarang ketika semuanya masih bisa diperbaiki daripada nanti ketika semuanya menjadi begitu terlambat.

 


Di masa pacaran, boleh jadi cinta memang sejuta rasanya. Namun ketika memasuki perkawinan, modal cinta saja tak cukup untuk mempertahankan kelangsungan sebuah keluarga. Dalam mencari pasangan hidup, budaya Jawa mengenal sejumlah kriteria yang dikenal dengan istilah bobot, bibit, bebet. Namun pada kenyataannya, banyak orang beranggapan salah satunya saja sudah cukup memenuhi kriteria pasangan hidup. “Cari pasangan ya lihat pribadinya dong! Punya mobil pribadi, rumah pribadi, dan kalau perlu vila pribadi!” ujar seorang perempuan tanpa maksud bergurau. “Kalau menurut saya sih, yang penting harus punya tanggung jawab,” sela seorang teman bicaranya. “Yang paling penting ya cinta dong!” yang lain menyergah tak kalah semangat.

Perkawinan

Perkawinan

Sebetulnya apa saja sih pilar penyangga yang kokoh bagi kelanggengan sebuah perkawinan? Benarkah cinta bisa diandalkan? Sepenuhnya ditentukan oleh kelimpahan materi? Bagaimana soal komitmen dan tanggung jawab? Seberapa penting aspek kepribadian kedua belah pihak? Bagaimana dengan hal-hal lain, bisakah diabaikan?

“Proses menimbang-nimbang memang seharusnya sudah dimulai sebelum suami-istri memasuki gerbang pernikahan,” kata Titi P. Natalia, M.Psi. Meski ia tak menyangkal banyak pasangan yang tidak “sempat” melewati proses seleksi. Meminjam istilah anak zaman sekarang, ada tahapan yang mesti dilalui, yakni koleksi, seleksi, baru resepsi. Akan tetapi Titi mengingatkan agar kita tidak perlu lagi menoleh ke belakang hanya untuk mempertanyakan apakah tahapan-tahapan tersebut sudah dilalui atau belum. “Sebaiknya lihat saja ke depan. Komitmen dan kesungguhan suami istrilah yang paling dibutuhkan begitu janur kuning sudah dipasang melengkung,” tandasnya.

6 Pilar Yang Dibutuhkan yang dibutuhkan demi kokohnya sebuah perkawinan:

  1. Latar Belakang Keluarga; Tak bisa dipungkirilatar belakang keluarga kedua belah pihak pastilah memegang peran penting. Yang termasuk di sini antara lain suku, bangsa, ras, agama, sosial, kondisi ekonomi, pola hidup dan sebagainya. Namun bukan berarti pasangan dengan latar belakang yang sangat berbeda dan bertolak belakang tidak mungkin bersatu. Hanya saja mereka mesti lebih siap dituntut berupaya lebih keras dalam proses penyesuaian diri.
  2. Kesetaraan; Kesetaraan akan mempermudah suami istri dalam mengarungi bahtera rumah tangga. Adanya kesetaraan dalam banyak hal dapat meminimalkan friksi yang mungkin timbul. Kesetaraan ini antara lain meliputi kesetaraan pendidikan, pola pikir dan keimanan.
  3. Karakteristik Individu; Setiap individu memiliki karakteristik yang unik dan ini menjadi salah satu pilar yang menentukan langgeng tidaknya sebuah rumah tangga. Individu dengan karakter sulit yang bertemu dengan individu yang juga berkarakter sulit, tentu lebih berat dalam mempertahankan pernikahannya. Sebaliknya, yang berkarakter sulit bila bertemu dengan pasangan yang berkarakter mudah, tentu proses penyesuaian yang harus dijalaninya bakal lebih mulus.
  4. Cinta; Jangan anggap sepele kata yang satu ini. Walaupun tidak berwujud, cinta dapat dirasakan. Pernikahan tanpa cinta bisa dibilang ibarat sayur tanpa garam, serba hambar dan dingin. Cinta yang dimaksud adalah cinta yang mencakup makna melindungi, memiliki tanggung jawab, memberi rasa aman pada pasangan dan sebagainya. Ada yang bilang, setelah sekian tahun menikah cinta biasanya akan hilang dengan sendirinya seiring dengan berjalannya waktu. Sementara yang tersisa tinggal tanggung jawab. Benarkah? “Tidak harus seperti itu karena cinta bisa dipupuk supaya terus subur. Apalagi menjalani tanggung jawab akan terasa lebih ringan kalau ada cinta di dalamnya,” ujar Titi. Meski tentu saja, mempertahankan rumah tangga tidak cukup bermodalkan cinta semata!
  5. Kematangan dan Motivasi; Kematangan suami/istri memang ditentukan oleh faktor usia ketika menikah. Mereka yang menikah terlalu muda secara psikologis belum matang dan ini akan berpengaruh pada motivasinya dalam mempertahankan biduk rumah tangga. Namun usia tidak identik dengan kematangan seseorang karena bisa saja orang yang sudah cukup umur tetap kurang memperlihatkan kematangan.
  6. Partnership; Pilar rumah tangga berikutnya adalah partnership alias semangat bekerja sama di antara suami dan istri. Tanpa adanya partnership, umumnya rumah tangga mudah goyah. Selain itu perlu “persahabatan” yang bisa dirasakan keduanya. Coba bayangkan, alangkah nikmatnya bila masalah apa pun yang menghadang senantiasa dihadapi bersama dengan seorang sahabat.

Idealnya, ucap Titi, semua pilar tersebut sama-sama ikut menyangga bangunan rumah tangga agar segala sesuatunya menjadi lebih kokoh dan kuat. Namun dalam realitas sering terdapat kepincangan di sana-sini, entah dalam hal motivasi, kesetaraan dan sebagainya. Kalau hal seperti ini yang terjadi, apa yang harus dilakukan?

“Semua terpulang pada tujuan pernikahan itu sendiri. Kalau memang tujuan mereka jelas dan motivasi suami maupun istri kuat, tentu akan ada usaha dari kedua belah pihak untuk menyelaraskan semuanya,” jawab psikolog yang antara lain berpraktik di Empati Development Center. Keduanya akan bersedia menerima pasangannya, apa pun adanya. “Tapi ingat, menerima di sini bukan berarti pasrah begitu saja lo, melainkan harus ada penyesuaian di sana-sini yang bisa diterima bersama.”

Mengarungi biduk perkawinan tanpa masalah memang mustahil karena friksi-friksi sangat mungkin muncul kapan saja dan mencakup aspek apa saja. “Namun sekali lagi kembali pada usaha suami dan istri untuk mempersepsikan perbedaan yang ada. Apakah perbedaan itu akan dibesar-besarkan atau dicarikan jalan keluarnya”.

Saat menentukan pilihan mungkin saja calon suami/istri adalah yang terbaik. Namun dalam perjalanan hidup perkawinan mereka, di mata istri atau suami, ternyata pasangannya bukan lagi yang terbaik. Lo, kok bisa begitu? “Pada dasarnya manusia adalah makhluk yang dinamis. Selalu saja ada perubahan. Oleh karena itulah dibutuhkan kesadaran kedua belah pihak untuk terus-menerus menyesuaikan diri”.

Singkatnya, walaupun semua pilar yang disebutkan itu ada dalam rumah tangga, tidak ada jaminan bahwa pernikahan ini akan mulus tanpa batu sandungan. Namun setidaknya dengan adanya pilar-pilar kokoh tadi, suami dan istri akan dipermudah dalam mengarungi bahtera rumah tangga.



Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 344 other followers

%d bloggers like this: