Sindroma Pernikahan

29Jul10

Menikah mungkin menjadi obsesi sejumlah pasangan yang telah merasa jodoh. Namun, saat mulai melangkah ke tahapan serius untuk mewujudkan obsesi itu, seringkali wanita merasa tidak yakin.

Sindroma Pernikahan

Sindroma Pernikahan

Rasa ragu menjelang hari pernikahan merupakan bagian dari apa yang disebut dengan sindroma pranikah. Rasa itu biasanya mudah muncul lewat sentilan-sentilan kalimat yang ringan dari orang sekeliling.

Laman Wedding Channel memberikan beberapa contoh kalimat ringan, namun berpotensi mengganggu rencana pernikahan yang telah berjalan. Simak pula trik agar tak terpengaruh sentilan remeh.

“Jangan menikah”
Mengapa orang mengatakan ini? Mungkin mereka hanya tidak tahan melihat orang lain bahagia. Jika Anda berhadapan dengan pernyataan seperti ini, cobalah tanggapi dengan jawaban positif, “Yah, kita begitu bersemangat untuk menikah, kami saling mencintai dan sangat banyak hal yang bisa menyakinkan kami untuk bersatu.” Jika mereka terus bersikeras menganggap pernikahan adalah ide yang buruk, coba alihkan topik pembicaraan yang tak berhubungan dengan masalah pernikahan.

“Kamu akan menikah, maka itu sangat merepotkan bagi kami”
Kemungkinan besar pernikahan Anda dianggap bisa merepotkan keluarga. Tanggal dan lokasi pernikahan membuat orangtua, calon mertua, atau sahabat mungkin sulit hadir. Jika ada yang menegaskan bahwa tanggal Anda tidak nyaman bagi mereka, respons dengan jawaban sopan seperti, “Tujuan kami tidak pernah membuat siapa pun merasa tidaknyamanan dengan pernikahan kami.”

“Dekorasinya harus bagus”
Ini mungkin salah satu yang paling sering didengar calon pengantin. Setiap orang memang memiliki selera berbeda. Tapi, satu-satunya orang yang benar-benar harus mencintai dekorasi dalam resepsi pernikahan adalah Anda dan pasangan. Jika ada orang dekat yang mengkritik dekorasi pilihan Anda tidak bagus, mintalah alasan. Katakan kepada mereka bahwa Anda tidak ingin mendengar apa yang mereka katakan, kecuali mereka memiliki kritik konstruktif.

“Pernikahan itu mahal”
Pakaian, harga cincin, katering, sewa gedung, biaya bulan madu. Semua harus Anda tebus untuk sebuah pernikahan. Setiap pasangan pengantin pasti menerima serbuan pertanyaan tentang biaya pernikahan.

Usahakan tidak memberikan jawaban detail. Lebih baik jawab dengan, “Kami telah menabung untuk pernikahan.” Atau, “Sejauh ini kami telah menyiapkan segala sesuatu termasuk anggaran.” Atau, alihkan dengan kalimat canda, “Kau tahu, aku menaruh deposit di bulan yang lalu dan saya bahkan tidak ingat lagi.”  Sindroma Pernikahan

About these ads


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 344 other followers

%d bloggers like this: